Berita

LBH SAKTI berperan dalam diskusi Transformasi Digital Pesantren di Rakor Pimpinan Daerah Pondok Pesantren Jawa Tengah 2025

LBH SAKTI berperan dalam diskusi Transformasi Digital Pesantren di Rakor Pimpinan Daerah Pondok Pesantren Jawa Tengah 2025Purworejo, 27 November 2025 Rapat Koordinasi, Validasi, dan Evaluasi Data Pesantren Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menghadirkan sorotan baru ketika LBH Sakti Purworejo turut memberikan perspektif strategis mengenai masa depan pesantren di era digital.Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Purworejo ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Saiful Mujab, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah; Amin Handoyo, Kabid PD Pontren; Mukhlis Abdullah, Kepala Kankemenag Purworejo; serta unsur pejabat Kemenag lainnya. Namun perhatian peserta tertuju pada sesi seminar yang menghadirkan pembicara utama dari LBH Sakti.Peran Strategis LBH Sakti dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia Pesantren (SDM)LBH Sakti lembaga yang selama ini dikenal aktif dalam layanan bantuan hukum, pemberdayaan masyarakat, dan advokasi sosial menghadirkan salah satu tokoh kuncinya, Dr. Muhajir, S.H.I., M.S.I., sebagai narasumber seminar bertema “Pesantren Era Digital”.Dr. Muhajir tidak hanya hadir sebagai Koordinator Divisi Pengembangan SDM, Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat LBH Sakti tetapi juga sebagai akademisi dan Direktur Pascasarjana IAI An-Nawawi, yang selama ini mendorong transformasi sosial berbasis pendidikan dan literasi digital.Kehadiran LBH SAKTI dalam forum resmi Kementerian Agama ini dinilai sebagai bentuk kolaborasi strategis antara lembaga hukum, lembaga pendidikan Islam, dan pemerintah dalam mempercepat modernisasi pesantren. LBH Sakti Dorong Pesantren Melek Digital Tanpa Kehilangan IdentitasDalam pemaparannya, Dr. Muhajir menegaskan bahwa pesantren berada pada titik kritis menghadapi derasnya arus digitalisasi. Ia menyampaikan bahwa tanpa pendampingan yang tepat, perkembangan teknologi dapat menjadi ancaman bagi karakter tradisional pesantren, namun dengan strategi yang benar, pesantren justru bisa menjadi garda depan pendidikan Islam modern.“Transformasi digital bukan untuk menghilangkan tradisi pesantren. Justru teknologi dapat menjadi alat untuk memperkuat tradisi tersebut, asalkan diarahkan dengan nilai dan adab pesantren,” jelasnya.Pandangan tersebut sejalan dengan visi LBH Sakti yang selama ini berupaya memperkuat masyarakat melalui literasi hukum, digital, dan pendidikan. Melalui divisi Pengembangan SDM yang dipimpin Dr. Muhajir, S.H.I., M.S.I. LBH SAKTI aktif mendorong berbagai program literasi digital bagi lembaga pendidikan, pendampingan tata kelola lembaga, penyusunan regulasi internal berbasis hukum, serta asistensi transformasi administrasi berbasis digital.Analisis: Tantangan Digitalisasi yang Perlu Pendampingan Lembaga HukumDr. Muhajir menegaskan bahwa banyak tantangan digital di pesantren justru membutuhkan pandangan hukum dan regulasi, terutama Konten negatif dan radikalisme yang perlu mitigasi berbasis literasi hukum dan digital, Ketiadaan SOP penggunaan teknologi di pesantren yang sering menimbulkan kerentanan data dan pelanggaran privasi, Kesenjangan literasi digital antara santri, ustaz, dan pengelola pesantren, Pengelolaan keuangan digital yang rawan tanpa standar hukum.Dalam konteks ini, LBH Sakti siap berperan melalui penyusunan kebijakan internal pesantren, pendampingan hukum untuk tata kelola digital, edukasi hukum siber untuk pengasuh dan santri, serta kerja sama penguatan kompetensi pengelola pesantren. Mendorong Pesantren Modern: Inovasi yang Direkomendasikan LBH SaktiMelalui paparan Dr. Muhajir, S.H.I., M.S.I LBH Sakti menekankan beberapa inovasi yang perlu segera diadaptasi pesantren:·       Kurikulum literasi digital: coding, desain grafis, editing video, dan bisnis digital.·       Digitalisasi administrasi pesantren, seperti absensi online, sistem pembayaran digital, dan database santri.·       Infrastruktur laboratorium digital berupa studio podcast, multimedia, dan ruang kreatif santri.·       Platform dakwah digital untuk memperluas jangkauan pesantren secara nasional maupun global.Semua inovasi ini menurut LBH Sakti membutuhkan dukungan hukum, regulasi, dan manajemen yang kuat agar tidak salah arah dan tetap berlandaskan nilai pesantren. LBH Sakti Jadi Mitra Strategis Pemerintah dan PesantrenKakanwil Kemenag Jawa Tengah, Saiful Mujab, dalam sambutannya mengapresiasi kontribusi lembaga non-pemerintah seperti LBH SAKTI yang berperan dalam pemberdayaan dan pendidikan masyarakat.“Sinergi pesantren, akademisi, dan lembaga seperti LBH Sakti sangat penting untuk memperkuat transformasi digital pesantren,” ujarnya.LBH Sakti kini dipandang tidak hanya sebagai lembaga layanan hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan SDM pesantren, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Menuju Masa Depan Pesantren yang Berdaya dan AdaptifRakor PD Pontren Jawa Tengah 2025 di Purworejo ini tidak hanya menjadi forum administrasi pendataan pesantren, tetapi juga momentum untuk memperkuat ekosistem pendidikan Islam melalui kolaborasi multi-lembaga.Melalui gagasan yang disampaikan Dr. Muhajir, LBH Sakti menegaskan posisinya sebagai lembaga yang berkomitmen mendorong:·       pesantren yang moderat,·       berbasis tradisi,·       adaptif terhadap teknologi,·       dan memiliki tata kelola hukum yang kuat.KesimpulanKehadiran LBH Sakti dalam Rakor Pesantren 2025 memberikan warna baru dalam diskusi pengembangan pesantren di Jawa Tengah. Dengan pendekatan hukum, pendidikan, dan teknologi, LBH Sakti menegaskan perannya sebagai lembaga yang tidak hanya memberikan bantuan hukum, tetapi juga mendorong transformasi sosial dan pendidikan melalui penguatan SDM dan literasi digital.Melalui kolaborasi ini, pesantren diharapkan mampu menjadi pusat pendidikan Islam yang modern, kuat secara hukum, unggul dalam SDM, dan tetap berpegang teguh pada tradisi.  


Published: Aug 17, 2021 01:57 PM
By: Adminstrator Admin
1

Berita


Untuk Kategori Berita